Thomas
D

Dan setelah sekian lama ia berjalan dari satu titik ketitik lainnya. Mengantarkan ratusan orang pulang dan pergi dari pagi buta hingga malam tiba. Kini tiba saat untuk Thomas berhenti melangkah. Menghentikan kaki-kakinya yang selama ini telah berputar milyaran kali dan menempuh ratusan kilometer sejak puluhan tahun lalu dirakit dan berlayar meninggalkan tanah kelahirannya di timur Asia menuju tanah Ibu Pertiwi.

Bukan karena lelah ia behenti. Ia masih jauh lebih dari sanggup untuk tetap beroperasi. Sang waktu yang perkasa bersama temannya yang bernama modernisasi telah memaksanya berisirahat. Melucuti roda-roda yang selama ini tak pernah berhenti berjalan. Menggantikannya dengan kereta baru yang konon lebih cantik namun lemah. Membiarkannya berisirahat hanya karena dia tak lagi muda.

Kini, setelah semua jasa yang ia lakukan, Thomas hanya bisa berbaring dan bertumpuk untuk kemudian berkarat bersama bangkai kereta lain. Tanpa roda dan kehidupan. Berteman sepi dan kesunyian. Membusuk dan perlahan dilupakan.

– Purwakarta, 2018 –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *